Mimpi indahlah, kamu..
Dengan wajah bergaris senyum sebentuk bulan sabit yang pernah lelap di depan mataku
Mimpi indahlah, kamu..
Dengan semua cerita yang sudah menjadi benci
Mimpi indahlah, kamu..
Dengan semua pesan yang terlanjur kukirim tanpa sekalipun kau baca
Mimpi indahlah, kamu..
Dan teruslah lelap dalam pelukan kekasihmu yang baru
Aku sudah terlatih cukup baik untuk ini
Jadi tak perlu repot kau keluarkan kalimat "semua akan baik-baik saja", yang semua orang juga tahu bahwa itu retorika.
Sunday, 5 February 2017
Thursday, 26 January 2017
Menua
Love..
Is a scary thing, isn't it?
We fell, we broke, and fell again, then broke again
Doesn't it sounds scary?
Ouch..
Rasanya semakin menua kita, semakin kita menyadari bahwa cinta adalah hal kompleks. Para seniman menyederhanakannya melalui lagu, lewat puisi, dan penokohan yang cepat atau lambat kita akan tahu itu tidak akan pernah ada. Jatuh cinta, lalu pisah, lalu kembali jatuh lagi dan kemudian berpisah lagi
Semakin menua, kita akan sadar bahwa jatuh cinta tidak akan seindah saat kita remaja. Saat dengan bebas mata berbicara dan mulut tidak pernah sedikitpun untuk terlintas kalimat tanya, "Kamu mau ngasih aku makan apa? Cinta?"
Semakin menua kita, semakin kita akan merasa bahwa segala yang pernah kita lihat, dengar, dan rasakan tentang cinta adalah bualan-bualan yang dijadikan hidangan manis para seniman. Semakin menua kita, semakin kita akan melihat bahwa cinta adalah alasan untuk melukai, membunuh, dan menyakiti. Mungkin semakin tua kita, semakin kita akan memahami batas tipis cinta dan benci
Love..
Is a guilty pleasure we made
And after all
People are selfish and lonely
Kelak, suatu hari nanti. Untuk Yusril yang membaca surat ini
Cintailah pasanganmu, sesederhana kamu akan memutuskan dia menjadi pasangan yang akan menjadi teman di sisa hidupmu. Turunkan egomu, mengerti dan ingin dimengerti adalah paradox yang harus kamu pahami
Mengerti dan ingin dimengerti adalah rantai perdebatan yang takkan habis dalam satu malam pembahasan
Love is a scary thing
But you should be brave to face it
Sooner or later
Thank you for reading this, future Me. This a letter, for me to the future of my self
Saturday, 21 January 2017
Sebelum Toko Buka
Halo, selamat datang buat siapapun anda yang baru pertama kali melihat dan membaca blog ini.
Selamat tahun baru 2017, tulisan ini ditulis di hari ke 19 bulan Januari jadi menurut saya belum terlalu terlambat untuk sekedar mengucapkan dan mendoakan semoga di tahun ini kita semua menjadi luar biasa dan bertemu lebih sering. Amiin :)
Penghujung 2016 lalu, film pertama yang saya ikut menjadi bagian di dalamnya "Cek Toko Sebelah" sudah dirilis dan sampai hari ini Alhamdulillah banyak respon positif dan memberikan saya pengalaman yang banyak. Untuk siapapun anda, dengan siapapun, dan dimanapun anda menonton film Cek Toko Sebelah saya dari hati yang paling dalam mengucapkan terima kasih yang saya sendiri tidak menemukan padanan kata yang melebihi rasa terima kasih atas apresiasi film ini. Sampai hari tulisan ini dimuat ada sekitar 2 juta lebih penonton yang sudah menyaksikan dan masih bertengger di bioskop seluruh Indonesia, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan semoga bisa menjadikan hiburan keluarga.
Dalam film Cek Toko Sebelah, saya berperan sebagai Naryo seorang karyawan toko gendut yang kemayu dan genit ke anak Koh Afuk (pemilik toko). Maaf kalau respon saya berlebihan tapi saya mudah tersanjung mendapatkan apresiasi, mention di social media, dan menyapa saya dengan sapaan "mas Naryo" kalau ketemu langsung. Bahkan ada yang sampai googling dan mencari tahu penampilan Stand Up Comedy saya yang tidak seberapa :)
Pertanyaan yang paling sering saya dapatkan adalah "Bang, itu abang aslinya kayak gitu (Naryo) ya?" atau "Mas, itu beneran gitu ya?", mendapatkan pertanyaan begitu saya malah sengaja untuk menjadikannya bias. Hehehe
Tapi yang mungkin tidak banyak yang tahu adalah, saya bahkan hampir gagal menjadi Naryo. Proses "casting" Naryo terjadi ketika selepas show Illucinati koh Ernest Prakasa tahun 2013, di sebuah warung sate klathak, saya disapa oleh pak Sigit Haryo (Oom Imot) dengan sapaan "Eh bencong, sini!" lalu berjalan lah saya dengan cara jalan yang kemayu. Dari sapaan iseng itulah, "ditemukan" bibit Naryo dalam diri saya.
Hari pertama reading (September 2016), saya kagok dan kaku membaca dialog Naryo dengan gestur yang berbeda karena menurut saya sulit untuk menjadi kemayu kalau tidak terjebak dalam satu situasi dimana memang saya harus melakukannya. Gestur yang kaku dan acting yang berantakan membuat saya semakin was-was karena kalaupun karakter Naryo ini hilang tidak akan mempengaruhi isi cerita Cek Toko Sebelah. Selain itu, saya bukan siapa-siapa dibanding cast yang lain yang mana hampir semua adalah komika kenamaan dan jebolan kompetisi jadi kalaupun saya dicancel tidak akan berpengaruh, kalau Naryo tidak ada di film dan melihat respon ke film Cek Toko Sebelah sebesar ini sih saya pasti akan sangat menyesal. :D
Sepulang dari Jakarta, koh Ernest menghubungi saya dan ditanya kenapa kemarin begitu lalu saya menjelaskan kendala yang saya alami. Satu pesan yang saya ingat dari koh Ernest adalah "Apapun yang ngebantu elo, go for it!". Saya berjanji ke Bene Dion untuk latihan dan lebih mendalami karakter, saya memanggil salah seorang teman yang tinggal di sekitar kampung kosan yang kebetulan dia memang pria kemayu dan menurut saya sangat "Naryo".
Saya memberikan naskah CTS ke teman saya itu yang sebut saja namanya Bella, saya perhatikan gesturnya setiap kali dia memperagakan adegan dalam naskah, sehari sebelum saya berangkat ke Jakarta untuk take saya meminta dia untuk mengirimkan voice note dialog CTS agar saya bisa sangat hafal intonasi dan cara Bella mengambil suara "perempuan". Dan jadilah Naryo yang seperti itu
Karena saya berpikir bahwa ini adalah sebuah kesempatan besar yang diberikan koh Ernest kepada saya untuk bisa belajar lebih dan mendapatkan pengalaman lebih, juga karena ini adalah film layar lebar pertama tentu berbekal pemikiran bahwa "Saya nggak boleh biasa aja di film pertama" jadilah saya dengan Naryo seperti itu. Menghibur atau tidak, semoga saja Naryo bisa menghibur anda dengan lirikan dan senyum manisnya :)
Terima kasih sekali lagi atas apresiasinya,
Dari saya yang bukan komika kenamaan dan jebolan kompetisi tv manapun, nggak punya followers banyak yang otomatis nggak terkenal. Tapi saya selalu ingat apa yang dikatakan pak Pandji Pragiwaksono tahun 2012 sehari setelah tur Merdeka Dalam Bercanda di Jogja bahwa kamu tidak akan pernah tahu kapan momen terbaikmu akan datang jadi jangan pernah sepelekan apapun itu, saya yang hanya menanggapi bercandaan pak Sigit dan berjalan gemulai yang kejadiannya pun tidak memakan waktu 3 menit membawa saya 3 tahun kemudian bermain di film yang sampai saya menulis ini sudah ditonton sebanyak 2 juta lebih penonton.
Wednesday, 7 December 2016
Sebuah Catatan Pribadi
Rasanya Tuhan menyuruh saya menggandakan berkali lipat rasa syukur saya di tahun 2016 ini, sampai saya kehilangan akal untuk menghitung sudah berapa kejadian ajaibnya di tahun yang sebentar lagi akan berakhir. Terima kasih :)
Semoga apa yang sudah saya mulai di 2016 bisa menjadi kemudahan untuk apapun yang akan saya lakukan dan terjadi di 2017, sungguh aku bocahMu Tuhan. Semoga segalanya lebih baik, Amin
Semoga apa yang sudah saya mulai di 2016 bisa menjadi kemudahan untuk apapun yang akan saya lakukan dan terjadi di 2017, sungguh aku bocahMu Tuhan. Semoga segalanya lebih baik, Amin
Saturday, 29 October 2016
Surat Untuk Yusril Di Masa Depan
Dear Yusril Fahriza, dimanapun kamu berada sekarang..
Surat ini ditulis ketika kamu sedang berteduh dari hujan di sebuah warnet favoritmu, setelah menempuh perjalanan panjang dari sebuah vila kaliurang sana untuk mengisi materi Announcing Skill dengan berbekal materi presentasi dari rekanmu Chalida Ghrya. Kamu harus berterima kasih padanya :)
Kapanpun kamu membaca surat ini, tahun berapapun itu ingatlah bahwa 2016 adalah tahun yang sangat berharga buatmu. Di tahun 2016 banyak sekali kejadian ajaib yang mungkin menempatkanmu di tempat yang sekarang kamu ada, banyak sekali bahkan terlalu banyak orang yang membantumu dan memberimu kesempatan emas untuk mencicipi banyak pengalaman.. Jangan pernah sedikitpun melupakan tahun 2016 ini. Percayalah
Menyelesaikan kuliah setelah 17 semester, mengenal banyak orang baru, menjadi seorang PIC Event Manager di salah satu provider nasional, memandu sebuah acara festival kesenian, memiliki program youtube untuk salah satu product, menjadi pembicara di berbagai tempat yang bahkan kamu tak bisa bayangkan, dan bermain di sebuah layar lebar berjudul Cek Toko Sebelah. Semoga semakin banyak pengalaman dan pembelajaran untukmu hingga membuatmu seperti sekarang di tahun berapapun kamu membaca surat ini dan sebagai apapun.
Berapa usiamu sekarang?
Di usiamu yang ke 27 ada banyak yang menjejal dan mengganggu pikiranmu. Urusan asmara yang tak kunjung ada ujungnya, hutang yang tak tahu kapan selesainya, dan roda hidup yang terus-menerus menuntutmu untuk selalu beli beli beli dan beli.
Apakah kamu masih sering kurang bersyukur dengan apa yang kamu miliki?
Dear Yusril yang sudah semakin menua
Surat ini adalah untuk merekam masa lalu dan berharap menjadi pengingat tentang siapa dirimu di tahun dimana kamu berada sekarang. Bagaimana susahnya ketika tidak punya uang, bagaimana kecewanya setelah memberikan hiburan terbaik tetapi nggak dibayar padahal beban hidup makin lama makin besar, mungkin di tahun kamu membaca surat ini kamu masih seperti itu.. mungkin. Aku cuma bisa bilang, SEMOGA TIDAK
(Boleh amin)
Tetaplah selalu berdamai dengan dirimu sendiri, memaafkan mereka yang memanfaatkanmu, menerima keadaan yang ada, dan selalu bersyukur. :)
Terakhir, semoga kamu tidak sedang sakit dan meratapi nasibmu saat membaca surat ini.. aku yang di tahun ini akan berjuang lebih banyak untuk kamu yang saat ini, percayalah hasil tak akan mengkhianati proses. Dan btw,....
....Siapa yang akhirnya menjadi jodohmu? Tinggalkan komenmu di bawah ya, mister Yusril Ihza Fahriza. :)
Surat ini ditulis ketika kamu sedang berteduh dari hujan di sebuah warnet favoritmu, setelah menempuh perjalanan panjang dari sebuah vila kaliurang sana untuk mengisi materi Announcing Skill dengan berbekal materi presentasi dari rekanmu Chalida Ghrya. Kamu harus berterima kasih padanya :)
Kapanpun kamu membaca surat ini, tahun berapapun itu ingatlah bahwa 2016 adalah tahun yang sangat berharga buatmu. Di tahun 2016 banyak sekali kejadian ajaib yang mungkin menempatkanmu di tempat yang sekarang kamu ada, banyak sekali bahkan terlalu banyak orang yang membantumu dan memberimu kesempatan emas untuk mencicipi banyak pengalaman.. Jangan pernah sedikitpun melupakan tahun 2016 ini. Percayalah
Menyelesaikan kuliah setelah 17 semester, mengenal banyak orang baru, menjadi seorang PIC Event Manager di salah satu provider nasional, memandu sebuah acara festival kesenian, memiliki program youtube untuk salah satu product, menjadi pembicara di berbagai tempat yang bahkan kamu tak bisa bayangkan, dan bermain di sebuah layar lebar berjudul Cek Toko Sebelah. Semoga semakin banyak pengalaman dan pembelajaran untukmu hingga membuatmu seperti sekarang di tahun berapapun kamu membaca surat ini dan sebagai apapun.
Berapa usiamu sekarang?
Di usiamu yang ke 27 ada banyak yang menjejal dan mengganggu pikiranmu. Urusan asmara yang tak kunjung ada ujungnya, hutang yang tak tahu kapan selesainya, dan roda hidup yang terus-menerus menuntutmu untuk selalu beli beli beli dan beli.
Apakah kamu masih sering kurang bersyukur dengan apa yang kamu miliki?
Dear Yusril yang sudah semakin menua
Surat ini adalah untuk merekam masa lalu dan berharap menjadi pengingat tentang siapa dirimu di tahun dimana kamu berada sekarang. Bagaimana susahnya ketika tidak punya uang, bagaimana kecewanya setelah memberikan hiburan terbaik tetapi nggak dibayar padahal beban hidup makin lama makin besar, mungkin di tahun kamu membaca surat ini kamu masih seperti itu.. mungkin. Aku cuma bisa bilang, SEMOGA TIDAK
(Boleh amin)
Tetaplah selalu berdamai dengan dirimu sendiri, memaafkan mereka yang memanfaatkanmu, menerima keadaan yang ada, dan selalu bersyukur. :)
Terakhir, semoga kamu tidak sedang sakit dan meratapi nasibmu saat membaca surat ini.. aku yang di tahun ini akan berjuang lebih banyak untuk kamu yang saat ini, percayalah hasil tak akan mengkhianati proses. Dan btw,....
....Siapa yang akhirnya menjadi jodohmu? Tinggalkan komenmu di bawah ya, mister Yusril Ihza Fahriza. :)
Friday, 15 April 2016
Fantasi Sia-sia Phantasia
Phantasia adalah nama konser dari girlband SNSD atau lebih dikenal dengan Girl's Generation, dan tepat hari ini 16 April 2016 akan menggelar konser tersebut di Indonesia. Berbagai promo sudah dilakukan oleh pihak yang mendukung acara ini serta dibarengi dengan promo terselubung Hyoyeon yang dalam seminggu terakhir sebelum konsernya di Jakarta ia mengunggah beberapa fotonya yang sedang menikmati pulau Bali bahkan menuliskan caption dengan bahasa Indonesia, "Cuacanya bagus sekali"
![]() |
| source: IG Hyoyeon SNSD (@watasiwahyo) |
Tentu saja hal ini membuat para Sone (fans SNSD) di Indonesia semakin tidak sabar dan bergairah untuk menikmati Phantasia 2016 yang akan diselenggarakan di Jakarta. Meski dengan tiket yang harganya membuat para calon penonton yang ingin melihat mbak-mbak bidadari yang ndilalah kok ya harus turun di Korea ini terbilang sangat mahal (terutama bagi fans yang selama ini hanya mengandalkan jeritan ketika idolanya ini muncul di layar kaca), tiket SNSD Phantasia 2016 ini juga pasti banyak yang membelinya karena memang fanbasenya cukup besar baik kaum lelaki maupun perempuan.
Bagi saya pribadi, ini adalah konser Phantasia dan fantasi saya yang sia-sia. Saya yakin saya tidak sendiri sebagai fan K-Pop yang tidak bisa menikmati konser Phantasia ini, atau bahkan ada Sone yang juga memang atas alasan penghematan masa depan mereka harus rela menyaksikan fantasinya untuk menyaksikan Phantasia mengalami proses perubahan benda cair menjadi gas atau dalam istilah sederhananya, menguap.
Menjadi fans K-Pop di Indonesia atau di belahan dunia manapun pastilah harus memiliki kebesaran hati untuk "hanya" sekedar menyaksikan mereka lewat layar kaca atau youtube. Untuk itu, kalau kamu adalah seorang fans K-Pop dan sudah memasuki usia nikah jauhkanlah anakmu nanti dari musik dan tayangan yang memang candu ini daripada di suatu hari nanti kamu akan menemui kejadian dimana anakmu akan merengek dengan sejuta alasan demi uang tiket konser idola K-Pop mereka, karena akan sangat menyakitkan jika masa mudamu saja kamu rela membuang mimpimu bertemu sang idola demi menyusun masa depan lha kok anakmu enak minta uang untuk tiket konser.
Labels:
Girl's Generation,
Girlband,
Hyoyeon,
K-Pop,
korea,
Korean Pops,
Music,
Phantasia 2016,
Seohyun,
SMtown,
SNSD,
Sooyoung,
Sunny,
Taeyeon,
Tiffany,
Yoona,
Yuri
Monday, 11 April 2016
Minzy dan Pesona Maknae Yang Kerap Terabaikan
Girlband 2NE1 per tanggal 5 April 2016, harus rela menerima kenyataan bahwa salah satu member mereka bernama asli Gong Min Ji atau lebih dikenal dengan Minzy menyatakan mengundurkan diri dari grup yang membesarkan namanya dan sekaligus tidak lagi menjadi artist dari agency YG Entertainment. Tidak ada pernyataan resmi alasan mengapa Minzy memutuskan mundur dari 2NE1, dan berita ini tentu saja semakin mengagetkan Blackjack (fans 2NE1) karena setelah penampilan mengejutkan 2NE1 di MAMA 2015 banyak yang menganggap bahwa 2NE1 akan segera melakukan comeback. Namun presiden YG Entertainment (Yang Hyun Suk) menampik kabar bahwa 2NE1 akan bubar, Hyun Suk menambahkan bahwa 2NE1 akan segera melakukan comeback di musim panas nanti meski kontrak 2NE1 dengan YG Entertainment sendiri akan selesai pada Mei 2016 jika pihak 2NE1 sepakat untuk tidak lagi memperpanjang kontraknya dengan agency yang juga menaungi Bigbang, Winner, dan Lee Hi tersebut.
![]() |
| Minzy (source: Google.com) |
Minzy sebenarnya menurut saya memiliki bakat yang besar di industri K-pop atau bahkan di Internasional, sayang bakat CL lebih besar dan lebih bersinar dibanding dirinya. Dari segi suara Minzy bisa disejajarkan dengan CL dan Park Bom (untuk fans Sandara jangan tersinggung karena di industri K-Pop ada istilah "flower"), pun bagus dalam rap serta dance. Namun entah mengapa sepertinya dalam budaya Korea, maknae (istilah untuk member termuda) selalu mendapatkan posisi dan peran yang terbelakang dibanding para member lain. Dalam satu kesempatan di salah satu Variety Show KBS "Happy Together", Seungri (maknae Bigbang) pernah mengemukakan pendapat bahwa Yang Hyun Suk berkali-kali menolak ia untuk berada dalam posisi sentral ketika menyanyikan atau membawakan sebuah lagu dalam live performance, bahkan tak jarang Seungri dilarang mengecat rambutnya seperti member lain (GD, T.O.P, Daesung, Taeyang) hanya karena tidak ingin melihat maknae terlihat mencolok di mata penonton.
Maknae, memang posisi yang kerap terabaikan dalam sebuah formasi grup. Bahkan ada beberapa kasus maknae menjadi korban bullying yang akhirnya harus meninggalkan grup dan yang lebih parah mengalami gangguan kejiwaan setelahnya, saya tidak perlu menyebut apa nama grup yang ini karena ini adalah grup yang lumayan memiliki nama di industri K-Pop.
![]() |
| Seungri "Bigbang" (source: Google.com) |
Apakah hal ini hanya terjadi di Industri K-Pop?
Tentu tidak, karena ini adalah sebuah budaya Korea untuk menghormati dan melayani yang lebih tua. Seperti di suku Jawa terkenal dengan istilah "Unggah-ungguh", di Korea pun ada tradisi semacam itu dimana yang muda harus menghormati yang lebih tua dengan menggunakan bahasa yang lebih sopan. Dalam Sepakbola, tradisi semacam ini pun tetap berlaku bahkan banyak media yang mengatakan bahwa Park Ji Sung tidak akan mungkin bersinar selama ia ditangani pelatih dari Korea. Siapa tak kenal Park Ji Sung? Pesepakbola dari Korea yang karirnya sangat gemilang di Manchester United dan Timnas Korea Selatan, tetapi Park Ji Sung pun mengalami hal yang sama ketika mengawali karir sepakbolanya. Menurut Lee Hak Jong yang saya baca di artikel panditfootball, karir Park Ji Sung tidak akan pernah gemilang selama ditangani oleh orang Korea karena kami memiliki sistem dan senioritas. Sebelum pada akhirnya bakat Park Ji Sung ditemukan oleh Guus Hiddink (pelatih asal Belanda) dan membuat Ji Sung menjadi pemain kunci dalam menyerang dan bertahan di timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2002.
Budaya tetaplah budaya, adalah tradisi yang harus dijaga. Keputusan Minzy untuk mengundurkan diri dari grup 2NE1 mungkin adalah keputusan tepat mengingat mungkin saja 2NE1 akan bubar setelah karir masing-masing membernya gemilang, CL yang sudah mengibarkan bendera di kancah internasional, Sandara yang rajin bermain dalam drama dan MC salah satu variety show bersama Yoo Jae Suk, dan Park Bom yang entah masih dalam "hidden mode" YG Entertainment.
Saya pribadi sebagai fan 2NE1 akan selalu berharap semoga karir Minzy akan semakin cemerlang dengan apapun yang akan dijalaninya nanti. Minzy, fighting!!
Subscribe to:
Posts (Atom)




